LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS I
PERCOBAAN I
REAKSI – REAKSI KHUSUS SENYAWA YANG MENGANDUNG
C, H, O, N
OLEH :
NAMA : LOLY SUBHIATY IDRUS
NIM : F1F112077
KELAS : B
KELOMPOK : I
ASISTEN : NUR HATIDJAH AWALIYAH
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2013
REAKSI – REAKSI KHUSUS SENYAWA
YANG MENGANDUNG C, H, O, N
A. TUJUAN
Tujuan
percobaan ini adalah untuk mengetahui reaksi – reaksi khusus senyawa yang
mengandung C, H, O, N.
B.
LANDASAN TEORI
Terdapat
dua jenis metode analisis, yaitu
analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif membahas mengenai
identifikasi zat – zat. Analisis
kualitatif membahas tentang unsur
atau senyawa apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada pokoknya
tujuan analisis kualitatif adalah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah
unsur (Vogel, 1985).
Suatu reaksi dapat terjadi karena adanya
satu
molekul atau lebih memiliki energi yang cukup (energi aktivasi)
untuk memutuskan ikatan
misalnya pada reaksi senyawa karbon. Reaksi senyawa karbon pada umumnya
merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Sifat kimia fisika suatu
senyawa dapat mengalami perubahan dengan adanya ikatan hidrogen, dan pada kasus
tertentu, ikatan hidrogen mempunyai peran penting terhadap aktivitas biologis
obat (Siswandono, 2000).
Asetaminofen
(parasetamol) mempunyai daya kerja analgesik, antipiretik, tidak mempunyai daya
kerja anti radang dan tidak menyebabkan iritasi serta peradangan lambung . Hal
ini disebabkan parasetamol bekerja pada tempat yang tidak terdapat peroksid
sedangkan pada tempat inflamasi terdapat lekosit yang melepaskan peroksid
sehingga efek anti inflamasinya tidak bermakna. Parasetamol berguna untuk nyeri
ringan sampai sedang, seperti nyeri kepala, mialgia, nyeri paska melahirkan dan
keadaan lain (Gunawan, 2009).
Salisilamida
merupakan turunan salisilat yang berfungsi sebagai obat analgetika dan
antipiretika golongan salisilat yang efeknya lebih lemah dari salisilat itu sendiri.
Pada pemberian oral, salisilamida cepat diabsorpsi dan segera didistribusikan
kedalam tubuh (Darmawan, 2003).
Sebagaimana
diketahui bahwa oksigen berperan sebagai pengoksidasi dan pereduksi bahan kimia
beracun menjadi senyawa lain yang lebih sederhana dan tidak beracun. Disamping
itu, oksigen juga sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pernapasan.
Organisme tertentu, seperti mikroorganisme, sangat berperan dalam menguraikan
senyawa kimia beracun rnenjadi senyawa lain yang Iebih sederhana dan tidak
beracun. Oksigen juga dibutuhkan untuk oksidasi bahan - bahan organik dan
anorganik dalam proses aerobik (Salmin, 2005).
Nitrogen merupakan
salah satu unsur penting untuk semua organisme. Ketersediaan gas nitrogen di
udara melimpah. Keberadaannya dalam struktur komponen asam – asam amino (enzim
dan protein), nukleotida, porpirin, alkaloid, dan beberapa lipid. Dalam
berbagai ekosistem unsur ini sangat penting karena membatasi pertumbuhan
(Suharno, dkk., 2007).
C.
ALAT DAN BAHAN
1.
Alat
Alat – alat yang digunakan pada percobaan ini
adalah sebagai berikut :
a.
Batang pengaduk
b.
Botol semprot
c.
Filler
d.
Gegep
e.
Gelas ukur
f.
Gelas kimia
g.
Hotplate
h.
Lumpang dan Alu
i.
Pipet tetes
j.
Pipet ukur
k.
Stopwatch
l.
Tabung Reaksi
m.
Timbangan Analitik
2.
Bahan
Bahan - bahan yang digunakan pada percobaan ini
adalah sebagai berikut:
a.
Aquades
b.
Alkohol
c.
FeCl3
d.
HCl pekat
e.
Kalium Bikromat (K2Cr2O7)
f.
Parasetamol
g.
Salisilamida
h.
Tissue
3. Uraian Bahan
a. Alkohol
Nama
Resmi : Aethanolum
Nama
Lain :
Etanol
Rumus Molekul/BM : C2H6O/46,07 gr
Rumus
struktur :
Pemerian : Cairan tak
berwarna, jernih, mudah menguap
dan mudah bergerak, bau khas, rasa panas, mudah terbakar.
Kelarutan : Sangat mudah larut
dalam air, kloroform P, dan eter P.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, ditempat sejuk, jauh dari
nyala api.
Khasiat :
Zat tambahan
b. Asam Klorida
Nama
Resmi : Acidum
Hydrochloridum
Nama
Lain/Sinonim : Asam Klorida
Rumus Molekul/BM : HCl/34,46 gr
Rumus
struktur : H
- Cl
Pemerian :
Cairan tidak berwarna, berasap, bau merangsang.
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup rapat.
Khasiat : Zat
tambahan
c. Aquades/Air Suling
Nama
Resmi :
Aqua Destillata
Nama
Lain/Sinonim : Air Suling
Rumus Molekul /BM : H2O /18,02 gr
Rumus
Struktur :
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak
mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
d. Besi (III)
Klorida
Nama Resmi :
Ferros Chloridum
Nama
Lain/Sinonim : Besi (III) Klorida
Rumus Molekul/BM : FeCl3
/ 162,2 gr
Pemerian : Hablur atau serbuk hablur, hitam kehijauan, bebas
warna jingga dari garam hidrat yang telah terpengaruh oleh
kelembaban.
Kelarutan :
Larut dalam air, larutan bervalesensi
berwarna jingga
e. Kalium Bikromat
Nama
Resmi : Kalii
Bikromat
Nama
Lain/Sinonim : Kalium
Bikromat
Rumus/BM : K2Cr2O7
/146,996 gr
Pemerian : Hablur atau
serbuk hablur, merah jingga
Kelarutan :
Larut dalam air
f. Parasetamol
Nama
Bahan :
Parasetamol
Nama
Lain/BM :
Acetaminophenum
Rumus Molekul/BM : C8H9NO2
/151,16 gr
Rumus
struktur :
Pemerian : Hablur atau
serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa pahit
Kelarutan : Larut dalam 70
bagian air, dalam 7 bagian etanol (95%)P, dalam 13 bagian Aseton P, dalam 40
bagian gliserol P dan larut dalam larutan alkali hidroksida.
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik , terlindung dari cahaya
Khasiat :
Analgetikum, antipiretikum
g. Salisilamida
Nama
Resmi :
Salicylamidum
Nama
Lain/Sinonim :
Salisilamida
Rumus/BM : C7H7NO2/137,14
gr
o-hidroksibenzamida
Pemerian : Serbuk
hablur, putih, hampir tidak berbau
Kelarutan :
Sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) P, agak sukar
larut dalam kloroform dan dalam eter, mudah larut dalam larutan alkali
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik , terlindung
dari cahaya
Khasiat :
Analgetikum
D. PROSEDUR KERJA
-
Digerus hingga halus
-
Dimasukkan ke dalam gelas ukur
-
Ditimbang 0,01 gram
-
Dilarutkan dengan 10 ml aquades
-
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
-
Ditambahkan 1 tetes FeCl3
-
Diamati perubahannya
-
Ditambahkan lagi 1 -2 tetes alkohol
-
Diamati
Larutan
berwarna ungu
2. Turunan Anilin
|
Paramex
|
-
Digerus hingga halus
-
Dimasukkan ke dalam gelas ukur
-
Ditimbang 0,01 gram
-
Dilarutkan dengan 10 ml Aquades
-
Ditambahkan 1-3 tetes larutan FeCl3
-
Diamati perubahannya
Larutan
berwarna kehitaman
|
Paramex
|
-
Digerus hingga halus
-
Dimasukkan ke dalam gelas ukur
-
Ditimbang 0,1 gram
-
Dilarutkan dengan 10 ml Aquades
-
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
-
Ditambahkan HCl Pekat
-
Dididihkan 3 menit
-
Didinginkan
-
Ditambahkan 1-3 tetes Kalium Bikromat
-
Diamati Perubahannya
Larutan
berwarna kekuningan
E. HASIL PENGAMATAN
Hasil
pengamatan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
|
No
|
Perlakuan
|
Hasil
Pengamatan
|
|
1
|
Serbuk Neozet Forte 0,01 gr + air
10 ml + FeCl3 1-3 tetes
|
Larutan berwarna ungu
|
|
2
|
Serbuk Neozet Forte 0,01 gr + air
10 ml + FeCl3 1-3 tetes + Alkohol
|
Tidak
terjadi perubahan warna
|
|
3
|
Serbuk Paramex 0,01 gr + air 10 ml + FeCl3 1-3
tetes
|
Larutan berwarna
kehitaman
|
|
4
|
Serbuk Paramex 0,1 gr + air 10 ml +
HCl pekat + 1-3 tetes kalium bikromat
|
Larutan berwarna
kekuningan
|
F. PEMBAHASAN
Senyawa
– senyawa yang mengandung C, H, O, N dapat diketahui keberadaanya melalui
reaksi identifikasi atau yang biasa dikenal dengan analisis kualitatif. Cara
mengidentifikasinya adalah dengan menambahkan reagen – reagen yang spesifik
dari masing – masing unsur tersebut. Ada tidaknya unsur C, H, O, N di dalam
suatu senyawa dapat diketahui berdasarkan perubahan warna larutan sampel atau
munculnya endapan setelah ditambahkan reagen tertentu ataupun menimbulkan bau.
Pada
percobaan kali ini identifikasi unsur C, H, O, N dilakukan pada salah satu turunan
anilin yaitu parasetamol dan salah satu turunan salisilat yaitu Salisilamida. Sampel obat yang digunakan yang didalamnya terkandung parasetamol adalah paramex tablet dan yang
terkandung salisilamida adalah Neozet
forte tablet. Karena dalam percobaan ini yang tersedia sampel obat dalam bentuk
tablet sedangkan yang dibutuhkan dalam bentuk larutan, maka Paramex tablet dan
Neozet Forte tablet terlebih dahulu digerus halus hingga menjadi serbuk lalu
dilarutkan dalam air.
Pada perlakuan 1 dan 2 tidak terdapat perbedaan antara
hasil pengamatan dengan teori yang ada. Sesuai dengan teori, ketika turunan
salisilat atau dalam hal ini salisilamida ditetesi FeCl3 1-3 tetes,
maka larutan akan berwarna ungu. Warna ungu tersebut menandakan bahwa kandungan
fenol dari senyawa salisilamida bereaksi dengan FeCl3 dan ketika
larutan berwarna ungu tadi ditetesi alkohol, tidak menunjukkan perubahan warna. Warna pada larutan tetap
berwarna ungu karena alkohol tidak dapat bereaksi dengan FeCl3.
Ketidaksesuaian
antara teori dan hasil pengamatan terjadi pada perlakuan 3 dan 4. Menurut
literatur, ketika parasetamol direaksikan dengan FeCl3 akan
menghasilkan warna biru-violet pada larutan dan ketika parasetamol ditambah HCl
pekat lalu direaksikan dengan kalium bikromat akan menghasilkan warna violet
pada larutan. Namun yang terjadi pada hasil pengamatan ketika larutan parasetamol
direaksikan dengan FeCl3 menghasilkan perubahan warna kehitaman dan
ketika larutan parasetamol ditambahkan HCl pekat kemudian dipanaskan dan
didinginkan lalu diteteskan kalium bikromat menunjukkan warna kekuningan. Meskipun
perubahan warna yang dihasilkan berbeda, namun secara teoritis, parasetamol
mengandung unsur C,H,O dan N. Perubahan warna yang terjadi sebenarnya sudah
menunjukkan bahwa pada reaksi tersebut telah terjadi pembentukan senyawa
kompleks, hanya saja perbedaan hasil perubahan warna yang ditimbulkan untuk
mendeteksi unsur C,H,O dan N kemungkinan disebabkan adanya zat-zat tambahan
yang terkandung dalam larutan obat tersebut.
Untuk
mengidentifikasi senyawa yang mengandung
unsur C, H, O, N adalah dengan menambahkan reagen-reagen tertentu. Ketika senyawa yang mengandung salisilamida
ditambahkan FeCl3 akan menimbulkan warna ungu sedangkan ketika
senyawa yang mengandung parasetamol ditambahkan FeCl3 akan
menimbulkan warna biru-violet dan ketika
ditambahkan HCl pekat kemudian dipanaskan dan didinginkan lalu ditambahkan
kalium bikromat akan menimbulkan warna violet.
G.
KESIMPULAN
Melalui
percobaan ini dapat disimpulkan bahwa setelah larutan Neozet Forte direaksikan
dengan FeCl3 akan menimbulkan warna ungu , larutan paramex direaksikan dengan
FeCl3 menimbulkan warna kehitaman dan larutan paramex ditambahkan HCl pekat
lalu direaksikan dengan kalium bikromat akan menimbulkan warna kekuningan.
DAFTAR PUSTAKA
Darmawan, Endang, 2003, Pengaruh Pemberian Merica putih (Piperis album, l) dan Piperin Terhadap
Ketersediaan Hayati Salisilamida pada Tikus, Logika, Vol.9(10), hal. 40-46.
Dirjen POM, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta
Gunawan, Aris, 2009, Perbandingan Efek Analgesik antara
Parasetamol dengan Kombinasi Parasetamol dan Kafein pada Mencit, Jurnal Biomedika, Vol.1(1), hal. 37 – 43.
Salmin, 2005, Oksigen
Terlarut (Do) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (Bod) Sebagai Salah Satu Indikator
Untuk Menentukan Kualitas Perairan, Oseana, Vol. XXX(3), hal. 21 – 26.
Siswandono, 2000, Kimia Medisinal, Airlangga
University Press, Surabaya
Suharno, dkk., 2007, Efisiensi Penggunaan Nitrogen pada Tipe Vegetasi yang Berbeda di Stasiun
Penelitian Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, Biodiservitas, Vol.8(4), hal. 287 – 294.
Vogel, 1985, Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro, Bagian 1, PT. Kalman Media Pustaka, Jakarta

0 komentar:
Posting Komentar